"Sasa,bangun sayang,udh pagi"kata bunda dengan lembut. Sasapun mulai membuka kedua matanya,dilihat bundanya dengan kaget"bunda,bunda jadi k kalimantan ya?"kata Sasa. " ya sayang kan emang hari ini bunda sama ayah ke kalimantan"jawab bunda. "tapi bunda aku disini sama siapa??"rengek Sasa. "ya kan nanti tante Tina sama om Rio tinggal disini. Udah cepet mandi sana bau asem tuh, kan mau anter bunda sama ayah kebandara. Bunda tunggu di bawah ya!"jawab bunda.
Ketika diperjalanan tiba" handphone Sasa berbunyi segera ya liat layar handphonenya ternyata itu Dieka(pacar Sasa) dibacanya dengan semangat pesan itu"PAGI SASA,UDH SARAPAN KAN SAY??AYO JGN TELAT MKN YA!:*" Sasa begitu sayang kepada Dieka, baginya Dieka adalah orang yang paling tepat untuknya. Setibanya di bandara, "Sasa,bunda sama ayah pergi sekarang ya!kamu hati" disini."kata bunda. "dan jangan lupa belajar dan solat"lanjut ayah. "ayah bunda,Sasa pasti bakalan kangen kalian. Jangan lupa kirim kabar ya ayah bunda."kata Sasa sambil memeluk kedua orangtuanya.
Setibanya dirumah Sasa bertemu dengan tante Tina dan om Rio "wah Raffa juga ikut tinggal disini, asyik dong dirumah ga sepi."sahut Sasa. "ya sayang,kan anak tante masa mau tante tinggal."jawab tante Tina. "Sa, besok ga kemana-mana kan?"tanya om Rio. "ga ad ko om. Ada apa ya?"tanya Sasa. "om pengen kenalin kamu k teman om yang punya sanggar teather, kata bunda kamu aktif di teather sekolah kn?kenapa ga coba dikembangin lagi,gimna setuju?"tawar om Rio. "wah mau banget om"balas Sasa.
Esoknya mereka pergi kesanggar, "Bayu,kenalin nih ponakan saya Sasa, dia pengen gabung disanggar ini dia aktif di teather sekolahnya juga."kata om Rio. "wah,bagus tuh. Sasa kamu bisa ikut latian sekarang ko, tapi saya ingin liat km akting dlu ya,kebetulan kita mau bkin pertunjukan sekarang kita lagi seleksi."balas om Bayu. Ketika Sasa bergabung tiba" ada seorang cewe yang datang menghampirinya."hai, baru gabung ya?kenalin aku Tisa,kamu?"sapa Tisa. "Sasa!"jawab Sasa sambil tersenyum. "kita kesana yuk"ajak Tisa. Setelah itu Sasa mununjukkan bakatnya. tanpa dia sadari bakatnya membuat semua orang takjub padanya,bahkan seorang co yang duduk dipojok tak hentinya memperhatikan dirinya. Sesekali ia bertanya kepada teman sampingnya tentang Sasa. Sampai suatu ketika ia bertanya kepada Tisa karena hanya Tisa lah yang dekat dengan Sasa.
Hasil seleksi pertunjukan pun tiba,dan Sasa menjadi peran utama wanita dan prianya adalah Andre seorang co yang selalu memperhatikan Sasa. Karena tidak mau canggung diatas panggung nanti akhirnya Andre memberanikan diri untuk berkenalan dengan Sasa.Mereka pun menjadi dekat semenjak perkenalan itu. Ketika Sasa,Andre,Tisa,dan Didi sedang asik tertawa tiba" handphone Sasa berbunyi ternyata Dieka menelpon, segera diangkatnya telepon itu."KAMU KEMANA AJA SIH SASA??NGILANG SEENAKNYA AJA,KAMU UDAH LUPA SAMA AKU"jawab suara diujung telpon itu. "aku kan bilang aku sekarang mulai ikut teather diluar sekolah,maaf kalau aku lupa kasih kabar."balas Sasa. "kamu udah berubah sekarang Sa,aku udah ga berarti lagi dimata kmu"dieka berkata sambil ditutupnya telepon itu. TUT...TUTT....TUTTTTTTTTTTTTTT "hallo dieka??"Sasa kembali ke teman"nya dengan wajah yang murung. melihat Sasa yang seperti itu Andre segera menghampiri Sasa. "loe baik" aj kan Sa??"tanya Andre, Sasa hanya diem saja. "ko sedih Sa??"tanya Andre lagi. "tadi co aku telpon dia marah karena aku sibuk"jawab Sasa. Mendengar kabar itu Andre sedih ternyata Sasa sudah memiliki pacar tapi Andre tetap berusaha menghiburnya. Setelah menghibur Sasa,Andre dihampiri oleh Didi dan Tisa"Andre loe suka ya sama Sasa??"tanya Didi. "ya lagian loe nanyain dya mulu ke gue, ga ush ditutupin deh."tambah Tisa. Andre hanya terdiam. "kalau loe suka kejar dong."kata Didi. "itu ga mungkin karena dia udah ada co. Walaupun gue ga bisa jadi pacarnya seengganya gue bisa jadi pelindungnya."jawab Andre. "ya terserah loe sih,tapi gue saranin kalau emg loe yang terbaik pasti dia pilih loe ko,so loe harus trus berjuang."kata Tisa.karena Andre tidak bisa ungkapin perasaannya langsung ia selalu mengirimkan surat dan setangkai bunga ke rumah Sasa. Sasa berpikir bahwa itu pemberian dari Dieka.
Hingga suatu hari Sasa mengajak Dieka, ditunggunya Dieka oleh Sasa sendirian di sebuah taman. 2 jam sudah berlalu tapi Dieka tak kunjung datang,tiba" hujan turun tetapi Sasa tetap menunggunya,handphone Dieka pun tidak aktif. Sasa sedih dia tidak tau harus bagaimana, dia pergi kerumah Andre orang yang selalu ad untuknya. TINGTONG!!!"ya ampun Sasa,loe ngapain ujan"an gini??"tanya Andre. Tiba" Sasa memeluk Andre dan dia pun terjatuh tak sadarkan diri. Andre segera membawanya kedalam rumah. Setelah sadar Sasa menceritakannya kepada Andre. Andre sangat prihatin sekali dan ia pun kecewa ternyata smua surat dan bunga yang ia kirim disangka Sasa pemberian dari Dieka.
Hari pementasan pun tinggal beberapa hari lagi. Om Bayu meminta Andre dan Sasa untuk mengambil kostum. Ketika di perjalanan tanpa disadari Sasa melihat Dieka bersama seorang wanita mereka berpelukan. Sasa yang melihat itu segera turun dari mobil Andre, Andre berusaha mencegahnya namun Sasa nekad. Dihampirinya Dieka dan ditamparnya wajah Dieka. "ga nyangka ya kelakuan loe kaya gini,kemarin gue tunggu loe sampai ujan"an tapi loe ga dateng."bentak Sasa sambil menangis. "denger ya Sa, gue gini karena gue udah ga sayang loe. Loe tuh masih ank kecil yang selalu dilarang nyokap bokap loe."balas Dieka. "ap loe bilang??denger ya gue tuh beda sama ank yang lain, orang tua gue ngelarang karena ga mau anaknya rusak or jadi anak yang ga bener."tambah Sasa. " ini siapa ayy?"tanya cwe itu. "loe pacaran sama Dieka sejak kapan??"tanya Sasa. "gue udah 2 bln sama dia."jawab cwe itu. Ditamparnya lagi Dieka"sialan banget loe,berengsek banget selama ini loe boongin gue.". "udah Sa,kita pulang yuk!"ajak Andre sambil merangkul Sasa. " oke mulai sekarang kita putus, gue balikin nih gelang ke loe."kata Sasa sambil berjalan menuju mobil. Sepanjang perjalanan Sasa hanya menangis, Andre tidak tega melihatnya dia pun tak berdaya untuk menghiburnya.
Hari pementasan pun tiba. Andre tak kuasa melihat kecantikan Sasa di atas pentas. Dibisiknya Sasa oleh Tisa "Sa,loe cantik banget sampai Andre terpesona liat loe."goda Tisa. "ah loe tuh dasar,mana mungkin Andre suka gue orang dia cuma anggep gue temen ko,lagian co kaya Andre ga mungkin suka sama gue."balas Sasa. Pertunjukan pun dimulai,mereka memainkannya dengan sangat bagus. Selesai pertunjukan Didi berkata pada Andre"udah saatnya dia tau semuanya,bahwa loe yang slama ini kirim surat dan bunga, dan loe juga nyimpen perasaan sma loe. Ayo mumpung dia udah jomblo.". " tapi apa dia mau sama gue?"tanya Andre. Ditariknya tangan Andre menuju Sasa"Sa katanya Andre mau ngomong."kata Didi. Sasa berkata,"oh mau ngomong apa?
"."eh kayanya kalian ngomong berdua aja deh."kata Didi.
"."eh kayanya kalian ngomong berdua aja deh."kata Didi.
"loe mau ngomong apa?"tanya Sasa. "emmmmmmmmmmmm..loe tau ga sebernya siapa yang kirim surat sma bunga ke rumah loe slama ini??"tanya Andre. "Dieka kan?gue kan udah cerita ke loe."jawab Sasa. "emmmmm buka Sa sebenernya itu gue. Gue suka sama loe,gue sayang loe dari awal gue liat loe. Loe tuh cwe yang beda dari yang lain Sa,loe ga pernah mandang orang dari segi apapun."balas Andre."loe suka gue?ko bisa??"tanya Sasa. "ya ya..yaaaaaaaaaaaaaa bisa lah,udah pokonya gue sayang loe Sa. Jadi gimana?"tanya Andre lagi. "gimana apanya??"tanya Sasa bingung. "aduh Sa, loe cantik-cantik bloon ya!jadi loe terima gue ga?"jawab Andre. "ohhhhhhhhhh ahaahhahahaah gue kira loe ga bisa diajak becanda ya ternyata bisa juga. Emmmmmmmm gimana ya??oke deh gue juga sebenernya suka sma loe,loe beda ga kaya Dieka. loe selalu ada untuk gue."balas Sasa. "jadi kita jadian??asikkkkkkkkkkkkk"teriak Andre sambil memeluk Sasa. "cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee ada yang udah jadian nih!"teriak teman-teman. Akhirnya Sasa menemukan orang yang selama ini dia dambakan.